Andai Bumi Bisa Bicara

9:11 pm

Bumi ini sudah semakin menua entah sudah berapa ribu tahun atau bahkan sudah berjuta-juta tahun umurnya, entah sampai kapan bumi ini akan menjalankan tugasnya sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk ciptaan tuhan. Sedangkan manusia masih saja menghiraukannya, memperlakukannya dengan seenaknya saja, lupa untuk menjaganya.

Dalam ilmu bahasa arab bumi disebut Al-Ardu (الأرض) yang memiliki bentuk mudzakkar atau laki-laki namun sebenarnya sifat dari al-ardu ini adalah mun’annats atau wanita. Jadi seharusnya manusia memperlakukan bumi sebagaimana seorang lelaki baik kepada seorang wanita. Bumi butuh perhatian sebagaimana wanita dan jangan sampai mengabaikannya, sedetik saja diabaikan bias saja bumi memuntahkan isi-isi perutnya atau bisa saja bumi memuntahkan air yang selama ini tersimpan di lautan bahkan bumi bisa membelah bagian-bagian tubuhnya.

Banyak dari  manusia lupa bagaimana harus memperlakukan bumi dengan baik, mereka membakar hutan, menggunduli hutan, membuang sampah tidak pada tempatnya, menyebarkan polusi-polusi udara dan masih banyak lagi perbuatan manusia yang menyakiti bumi. Sebenarnya siapa yang membutuhkan? Apakah bumi yang membutuhkan manusia atau manusia yang membutuhkan bumi? Sudahlah pasti semua akan menjawab manusia membutuhkan bumi. Contoh kecil saja yang sangat dibutuhkan manusia adalah air, dimanakan manusia akan menemukan air jika bukan di alam yang termasuk bagian dari tubuh bumi.

Manusia sebagai makhluk yang membutuhkan bumi seharusnya menjaganya dengan baik serta memperlakukannya dengan baik. Andai saja bumi bisa berbicara pada para penghuninya tentang perilaku penghuninya yang merusak dan membunuh bagian-bagian dari bumi. Andaikan bila bumi bisa mengadu pastilah ia akan mengadu dengan menangis kencang perihal perbuatan manusia yang setiap saat menyakitinya dan andaikan saja bumi meminta keadilan pada Allah tentang perilaku manusia yang selalu menyakiti bagian-bagian tubuhnya pastilah ia meminta untuk membinasakan para manusia-manusia jahat yang menyakiti dan membunuh bagian tubuhnya dan masih banyak lagi pengandaian lainnya.

Memang tak bisa kita menyalahkan secara umum bahwa semua manusia merusak bumi, masih banyak pula para penyelamat bumi yang peduli dengan keadaan bumi. Mereka memperbaiki hutan yang telah digunduli dengan menanaminya kembali, mereka membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan, mereka memperbaiki bagian-bagian bumi yang rusak. Pada merekalah bumi akan berterimakasih dan memberikan kekayaan alamnya kepada mereka yang selalu memperhatikannya.


Entah sampai kapan semua ini akan berakhir, semoga para penghuni bumi semakin sadar diri bahwa mereka hanya menumpang sebentar sebelum kembali kepada-Nya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
IBX584537A9B2F08